Gerai Hati

Meniti setiap detik dalam hidup…
Mengais asa dalam jiwa…
Dalam setiap keremangan ini…

CINDUR PUDAR MAYA KELABU

Merutuki dalamnya sebuah penyesalan
Menjadikan dalamnya makna penantian panjang
Sebuah arti kehidupan yang telah kau torehkan
Menjadi prasasti maya yang tak tergantikan

Dalam beku Jiwa yang sendu
Kunantikan setiap jengkal detak langkah ini
Sewaktu nafas yang terengah-engah ini menusuk
Jiwa yang enggan lari ini menjerit
Nafas-nafas kecil yang entah sampai kapan setia
Menjelma detak-detak kehidupan

Dalam penyesalan ini kembali tertuang cerita
Yang entah seperti apa rupa dan warnanya
Kehidupan menjadi terhenti
Dalam ketika itu langkahmu mengalun
Bak irama kematian

Itox’s Jakarta, Februari 2k8

KERINDANGAN POHON TANAH GERSANG

Syair-syair malam, kunantikan dalam jiwa
Semakin merdu dan jelas jeritan itu
Semakin menyayat senyum-senyum itu

Terkait sebuah mimpi panjang
Terjuntai mahkota kematian

Tersembul hasrat meratap
Terselubung tabir-tabir kesedihan
Rona dan bias mentari
Yang menunggu saat fajar
Seolah cerah harap menatap hidup

Sedang aku beerdiri diantara mati
Sedang aku berhimpit luka insani

Jelas makna jiwa
Jelas makna rasa
Selimut raga menyatukan hasrat
Selambu kematian ini yang makin temaram

Itox’s Jakarta, Februari 2k8

Tinggalkan sebuah Komentar