Zakat tak dapat, beberapa Nyawa melayang

Beberapa hari yang lalu aku membaca berita yang cukup mengejutkan. Kerusuhan tepatnya tragedi terjadi karena sebuah peristiwa pembagian Zakat.
Sekitar 5 ribu warga Kota Pasuruan dan sekitarnya mengantre pembagian uang zakat sebesar Rp 40 ribu yang dilakukan H Syaikon. Warga mengantre sejka pukul 04.00 WIB pagi tadi di rumah Syaikon di kawasan RT III RW IV Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Namun sayangnya, suasana pembagian zakat akhirnya berlangsung ricuh ketika massa saling berebut untuk mendapatkan zakat yang nilainya Rp 40 ribu untuk setiap kepala ini. Akibat tak terkendali, warga banyak yang terjatuh dan terinjak-injak. 21 orang tewas dalam insiden ini. Seluruh jenazah dibawa ke kamar mayat RS R Soeadarsono.
Semula warga pingsan karena berdesak-desakan. Namun pukul 11.00 WIB, puluhan warga dilarikan ke RS R Soedarsono karena kehabisan oksigen. Namun akhirnya, mereka yang terluka itu tewas. Hingga sekatrang di kamar mayat terdapat 21 orang. 9 orang teridentifikasi.
Singkatnya, tragedi ini menjadi sebuah tragedi yang cukup menyesakkan dada kita sebagai bagian dari negara ini. Harusnya menjadi bulan yang sangat menbahagiakan dan menjadikan umat islam untuk berlomba untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT, malah menjadi bulan yang cukup mencoreng muka pemerintah dan umat islam. Presiden SBY dengan sangat prihatin megungkapkan betapa berdukanya beliau dengan adanya peristiwa ini. Zakat yng harusnya menjadi hak fakir miskin malah menjadikan zakat seolah-olah malaikat pencabut nyawa yang menjadikan 21 nyawa melayang saat pembagian zakat itu dilaksanakan. Kehidupan mereka sudah sangat menderita dengan kemiskinan yang mereka alami dan bahkan di akhir hayat mereka, mereka harus meninggalkan dunia ini dengan cara dan kondisi yang tidak mengenakkan.
Semoga para korban mendapatkan tempat yang lebih layak. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami ini yang telah lalai dengan syariat-Mu

Tinggalkan sebuah Komentar