Kekanak-kanakan (1)

Sebenarnya, apa sih yang menjadi kriteria sikap maupun sifat kekanak-kanakan itu?

Menjadikan sesuatu sebagai barometer penilaian sebuah sikap dan sifat adalah pilihan kita, namun apa semuanya bisa kita jadikan barometer itu?. Mencoba menelaah dua kata tersebut menjadikan kami harus kurang tidur dalam memikirkannya (atau memang insomnia..hehehe). Melepaskan sejenak beban pikiran yang mendera, meninggalkan sekejap kebutuhan duniawi yang senantiasa menjadikan kita dahaga dan semakin lupa. Setelah mencoba untuk memecahkan misteri yang selama ini mendera, akhirnya ketemu juga jawabannya. Ternyata tak semudah yang saya bayangkan waktu itu bahwa saya bisa saja merubah pola pikir orang terdekat saya. Merupakan sebuah keinginan yang dalam untuk menjadikan orang yang kita sayangi menjadi lebih baik (tentunya dari sudut pandang subjektif saya), namun biasanya akan menjadi kandas tanpa ada solusi yang akhirnya menjadikan saya berfikir ulang bahwa selama ini ternyata saya salah jika berusaha merubah sesuatu tanpa di tumpu dengan fondasi pemahaman yang cukup.

Saya mencoba untuk melakukan sekali lagi kesalahan seperti itu, tetapi kini mulai sadar bahwa semua itu hanyalah sia-sia belaka. Setiap kita diberi otak dan akal yang sama. Volume Otak pun tak jauh berbeda, tapi ada sedikit perbedaan yang amat berarti jika kita mampu menang atas segala macam ego yang ada. Menjelajahi pikiran orang menjadikan saya selalu tergelitik dengan alasan-alasan yang muncul atas respon orang. Mencari sebuah jawaban sepi dari semua yang ada dalam sebuah kehidupan yang sebenarnya singkat hanyalah sebuah tujuan yang sangat luas penjabaran makna dan maksudnya.

Kembali ke topik kekanak-kanakan lah….

Oke, atas semua yang sudah tertulis diatas harusnya bisa kita simpulkan bahwa kita semua punya cara pandang sendiri dan punya daya nalar yang berbeda hingga kalau harus disamakan hanya akan menjadikan kita selalu dianggap beda dengan orang-orang..

pusing???

ya sudah dilanjutkan nanti, soale saya juga capek nulis..hihihi

& Komentar »

  1. zahronsultoni Berkata:

    Sak jane kowe ki cerito opo gosok gigi tok? :P

  2. tinta merah Berkata:

    kok mubeng2 to kang mumet aq :)

  3. diemust Berkata:

    yo kadang2 gosok gigi, kumur2 dan lain2 mas

  4. diemust Berkata:

    sebenarnya bukan mubeng-mubeng nov, cuman emang harus dibaca pelan-pelan dan tulisanku juga urung rampung…tungu ajah yach…lagi suiiibuuukkk pooooollll kii


{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }

Tinggalkan sebuah Komentar