Menjadi Lebih Baik dari Hari ini

Melangkah, melihat dan merasakan….

Pernahkah kita berpikir, tentang apa yang kita lakukan hari ini merupakan awal dari segalanya esok hari…? Kalau belum anda memiliki perasaan seperti ini, cobalah mulai saat ini. Ketika kita berbicara soal masa depan, yang paling utama dari semuanya adalah hari ini apa yang sudah kita lakukan. Mengapa demikian..?

Coba anda renungkan, setiap langkah yang kita susun hari ini merupakan awal dari semua yang akan terjadi nanti tentunya diluar ketentuan itu masih ada tangan yang kuasa atas takdir kita. Perhatikan anak kecil yang sedang menimba ilmu di SD, apakah mereka punya impian yang sedikit…?cita-cita yang tidak tinggi…?

Salah, anak SD selalu punya impian dan cita-cita yang mungkin bagi mereka adalah hal asing. Jadi Pilot, Jadi Dokter, Insinyur dan bahkan jadi Presiden, tpai adakah dari sekian banyak murid SD yang ditanya menjawab ingin jadi hacker…? (hihihihi) hampir nihil.

Kenapa, karena mereka sendiri ga tahu dengan istilah itu. Jadi dari sini bisa kita lihat bahwa yang namanya kita, selalu memiliki impian yang sebenarnya kita sudah kita ketahui. Sedikit sekali orang yang punya impian dengan hal-hal yang kita belum pahami. tapi dibalik itu semua ada sebuah hikmah dan pemikiran yang sangat-sangat dalam. makanya kami tuliskan diatas, bahwa yang namanya kita menetukan langkah hari ini adalah untuk hari esok kita. Hanya sedikit orang yang berpikir praktis dengan menyusun rencana hari ini pada hari ini juga. jadi, apakah kita hanya sekedar menyusun rencana ini trus kemudian kita berjalan seperti biasa saja…?

Cobalah untuk hidup dengan konsep yang lebih matang lagi. Kita belajar mengkonsep hidup kita esok pada hari ini, dan kita jalani hari ini dengan konsep yang telah matang di hari kemaren. kami selalu menekankan pada diri kami sendiri, untuk menjadi manusia yang berjalan pada rel yang telah kami susun sendiri. Tapi terkadang rel dan koridor yang telah kita susun berantakan tanpa adanya alasan pasti, ya itu namanya sudah menjadi takdir kita, tapi jangan terus-terusan kita ikuti apa ang menjadi takdir kita. Karena dalam ajaran agama kami, Tuhan tidak akan merubah kehidupan suatu kaum jika tidak ada usaha untuk merubahnya. Jadi lebih baik mengkonsep semua yang ada untuk kehidupan yang lebih baik lagi esok hari namun tetap berpegangan bahwa Tuhan menentukan diatas semua rencana-rencana kita tadi.
Beranikah kita untuk menyusun hidup kita.. ataukah kita hanya sekedar hidup “hari ini untuk hari ini” …?

Tinggalkan sebuah Komentar